<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ColourfulShadow&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://colourfulshadow.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://colourfulshadow.wordpress.com</link>
	<description>read, learn, reshare and re-remind</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Sep 2010 03:03:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='colourfulshadow.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/0998b8b90f4590abe0def1c03b6975db?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>ColourfulShadow&#039;s Blog</title>
		<link>http://colourfulshadow.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://colourfulshadow.wordpress.com/osd.xml" title="ColourfulShadow&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://colourfulshadow.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>jangan dekat-dekat pasien yang habis kemoterapi</title>
		<link>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/09/22/jangan-dekat-dekat-pasien-yang-habis-kemoterapi/</link>
		<comments>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/09/22/jangan-dekat-dekat-pasien-yang-habis-kemoterapi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 02:58:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>colourfulshadow</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://colourfulshadow.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Memiliki keluarga atau teman dekat yang menderita kanker pastinya membawa keprihatinan. Tapi sebaiknya jangan terlalu dekat atau memeluk pasien kanker yang baru saja melakukan kemoterapi, setidaknya selama seminggu. Mengapa harus begitu? Kemoterapi merupakan teknik pengobatan kanker untuk memperlambat atau menghancurkan pertumbuhan dari sel-sel kanker tersebut. Kemoterapi merupakan pengobatan yang efektif dalam mengatasi kanker dan menghilangkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=134&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memiliki keluarga atau teman dekat yang menderita kanker pastinya membawa keprihatinan. Tapi sebaiknya jangan terlalu dekat atau memeluk pasien kanker yang baru saja melakukan kemoterapi, setidaknya selama seminggu. Mengapa harus begitu?</p>
<p>Kemoterapi merupakan teknik pengobatan kanker untuk memperlambat atau menghancurkan pertumbuhan dari sel-sel kanker tersebut. Kemoterapi merupakan pengobatan yang efektif dalam mengatasi kanker dan menghilangkan gejala-gejala kanker.</p>
<p>&#8220;Sebaiknya jangan terlalu dekat dengan pasien kanker setelah kemoterapi, terutama untuk bayi dan anak di bawah umur 6 tahun. Kalau mau menjenguk cukup salaman saja, nggak usah memeluk,&#8221; ujar dr Fielda Djuita, Sp.Rad (K).Onk.Rad, Staf Medik Fungsional Instalasi Radioterapi RS Kanker Dharmais, dalam acara penyuluhan awam &#8216;Metode Radiasi Terkini Pada Penderita Kanker&#8217; di RS Dharmais, Selasa (21/9/2010).</p>
<p><span id="more-134"></span></p>
<p>dr Fielda menjelaskan, pasien yang baru saja kemoterapi akan mengeluarkan gas yang mengandung bahan kimia dari kemoterapi melalui saluran pernapasannya, baik lewat mulut ataupun hidung. Gas ini dapat mengganggu darah tepi penjenguknya yang masih balita dan punya kekebalan tubuh rendah.</p>
<p>Efeknya, menurut dr Fielda, orang yang terkena hantaran tersebut sel-sel darah putih dan trombosit dalam tubuh akan rusak dalam jangka waktu yang lama (sekitar 10 tahun kemudian) dan dapat menyebabkan leukemia (kanker darah).</p>
<p>&#8220;Setidaknya selama seminggu setelah kemoterapi jangan dekat-dekat dulu dengan pasien kanker, terutama bayi dan anak kecil. Orang dewasa yang kekebalan tubuhnya lemah juga bisa terpengaruh,&#8221; jelas dokter yang lahir 58 tahun yang lalu ini.</p>
<p>Menurut dr Fielda, bayi dan anak di bawah usia 6 tahun memiliki sel-sel yang masih muda dan belum berkembang dengan sempurna. Sedangkan orang yang bertubuh lemah memiliki sel tubuh yang lemah pula.</p>
<p>Oleh karena itu, bila orang-orang tersebut dekat-dekat dengan pasien kanker yang baru saja kemoterapi maka gas yang mengandung bahan kimia dari proses kemoterapi tersebut dapat mempengaruhi sel-sel dalam tubuhnya dan yang paling rentan adalah darah tepi. Kerusakan darah tepi inilah yang akan memicu kanker darah.</p>
<p>&#8220;Bayi yang dekat-dekat pasien yang baru saja kemoterapi, 10 tahun kemudian bisa menderita kanker darah atau leukemia. Jadi sebaiknya kalau punya cucu jangan dekat-dekat, apalagi dipeluk-peluk, kasian cucunya nanti, tunggu sampai efeknya reda sekitar seminggu,&#8221; tutur dr Fielda. (Merry Wahyuningsih/detik.com)</p>
<p>source: <a href="http://www.fiqhislam.com/index.php/agenda-muslim/kesehatan/17398-jangan-dekat-dekat-pasien-yang-habis-kemoterapi">http://www.fiqhislam.com/index.php/agenda-muslim/kesehatan/17398-jangan-dekat-dekat-pasien-yang-habis-kemoterapi</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/colourfulshadow.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/colourfulshadow.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/colourfulshadow.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/colourfulshadow.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/colourfulshadow.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/colourfulshadow.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/colourfulshadow.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/colourfulshadow.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/colourfulshadow.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/colourfulshadow.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/colourfulshadow.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/colourfulshadow.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/colourfulshadow.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/colourfulshadow.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=134&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/09/22/jangan-dekat-dekat-pasien-yang-habis-kemoterapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/183dbf79665af2166479800c7285bdd1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">colourfulshadow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa kita membaca Al-Quran meskipun tidak mengerti satupun artinya?</title>
		<link>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/09/22/mengapa-kita-membaca-al-quran-meskipun-tidak-mengerti-satupun-artinya/</link>
		<comments>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/09/22/mengapa-kita-membaca-al-quran-meskipun-tidak-mengerti-satupun-artinya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 02:33:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>colourfulshadow</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://colourfulshadow.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Seorang cucu bertanya kepada kakeknya &#8220;Mengapa kita membaca al-quran meskipun tidak mengerti satupun artinya?&#8221; Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian, memjawab pertanyaan sang cucu : “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air.” Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=128&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang cucu bertanya kepada kakeknya &#8220;Mengapa kita membaca al-quran meskipun tidak mengerti satupun artinya?&#8221;</p>
<p>Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian, memjawab pertanyaan sang cucu : “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air.”</p>
<p>Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakeknya tertawa dan berkata, “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali “.</p>
<p>Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.<br />
<span id="more-128"></span><br />
Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya.</p>
<p>Kakeknya mengatakan : ”Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kamu harus mencoba lagi lebih keras. ” dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Anak itu kembali mengambil / mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi. Dengan terengah-engah, ia berkata : ”Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja”.</p>
<p>Sang kakek menjawab : ”Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya?. Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu .”</p>
<p>Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor, dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam. ” Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Qur’an ? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah, luar dan dalam.</p>
<p>source: <a href="http://www.fiqhislam.com/index.php/al-quran/artikel-al-quran/15016-mengapa-kita-membaca-al-quran-meskipun-tidak-mengerti-satupun-artinya"> http://www.fiqhislam.com/index.php/al-quran/artikel-al-quran/15016-mengapa-kita-membaca-al-quran-meskipun-tidak-mengerti-satupun-artinya</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/colourfulshadow.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/colourfulshadow.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/colourfulshadow.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/colourfulshadow.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/colourfulshadow.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/colourfulshadow.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/colourfulshadow.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/colourfulshadow.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/colourfulshadow.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/colourfulshadow.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/colourfulshadow.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/colourfulshadow.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/colourfulshadow.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/colourfulshadow.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=128&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/09/22/mengapa-kita-membaca-al-quran-meskipun-tidak-mengerti-satupun-artinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/183dbf79665af2166479800c7285bdd1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">colourfulshadow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>merasa cukup dan merasa kurang</title>
		<link>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/09/16/merasa-cukup-dan-merasa-kurang/</link>
		<comments>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/09/16/merasa-cukup-dan-merasa-kurang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2010 03:49:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>colourfulshadow</dc:creator>
				<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[zuhud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://colourfulshadow.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, hiduplah sebuah keluarga yang sederhana. Mereka tak kaya, walaupun juga tidaklah miskin. Pada suatu malam, saat keluarga itu sedang bersiap untuk makan, ada sebuah ketukan di pintu depan rumah mereka. Sang Ayah lalu menghampiri pintu itu, dan membukanya. Disana, berdiri seorang pria tua, yang berpakaian kumuh, dengan celana yang koyak, dan baju dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=120&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika, hiduplah sebuah keluarga yang sederhana. Mereka tak kaya, walaupun juga tidaklah miskin. Pada suatu malam, saat keluarga itu sedang bersiap untuk makan, ada sebuah ketukan di pintu depan rumah mereka. Sang Ayah lalu menghampiri pintu itu, dan membukanya.</p>
<p>Disana, berdiri seorang pria tua, yang berpakaian kumuh, dengan celana yang koyak, dan baju dengan beberapa buah kancing yang hilang. Pria itu rupanya penjual buah-buahan. Ia bertanya apakah keluarga itu membutuhkan hidangan penutup. Sang Ayah segera mengiyakan, sebab, ia ingin agar pria itu segera pergi.</p>
<p>Namun, lama kemudian, hubungan itu menjadi semakin erat.</p>
<p>Setiap minggu, pria tua itu selalu membawakan sekeranjang buah-buahan pada keluarga tadi. Dan keluarga itu juga selalu membelinya. Keluarga itu juga menyadari, ternyata pria tua itu juga hampir buta, akibat katarak yang di deritanya. Tetapi, pria tua itu begitu bersahabat, sehingga, keluarga itu pun menyadari bahwa, ia orang yang menyenangkan. Dan mereka selalu menantikan kehadiran pria dengan keranjang buah itu.<br />
<span id="more-120"></span><br />
Suatu hari, saat hendak menyampaikan buah-buahan, pria tua itu berkata, &#8220;Aku punya anugrah yang sangat besar kemarin. Aku menemukan sekeranjang pakaian yang ditinggalkan seseorang buatku di depan rumah. Rupanya, ada yang ingin memberikan keranjang itu buatku.&#8221;</p>
<p>Keluarga tadi, yang yakin bahwa pria itu sangat membutuhkan pakaian, lalu berujar, &#8220;Ya, bagus sekali. Anda pasti senang sekali dengan anugrah itu.&#8221;</p>
<p>Pria tua yang hampir buta itu lalu berkata lagi, &#8220;Namun, anugrah terbesar yang aku dapatkan adalah, aku menemukan keluarga lain yang lebih patut menerimanya daripadaku.</p>
<p>~~~</p>
<p>Sahabatku, ini adalah sebuah cermin buat kita. Cermin dimana kita bisa berkaca, dan memahami, bahwa, terlalu sering kita merasa tak cukup dengan semua pemberian Allah. Terlalu sering, kita berpikir, bahwa, kitalah yang paling berhak untuk di tolong, yang paling cocok, untuk mendapatkan pemberian.</p>
<p>Kita, kadang terlalu serakah, terlalu tamak dengan semua anugrah yang Allah berikan buat kita. Seakan-akan, semua yang kita dapatkan, HANYALAH, buat kita sendiri. Padahal, kita semua tahu, dalam setiap anugrah yang kita dapatkan, terselip juga hak-hak orang lain. Dan, akibat ketamakan itu, kitapun kadang enggan untuk berbagi. Enggan untuk menyampaikan anugrah itu kepada yang lebih patut, dan lebih berhak menerimanya.</p>
<p>Saya jadi teringat, kata-kata Pak Mario Teguh, saat ditanya, &#8220;Kenapa ada orang yang selalu merasa kurang dan kurang?&#8221;, kemudian jawab beliau kurang lebih &#8220;Orang yang berhak merasa kurang, adalah mereka yang suka memberi, karena dia ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat sebanyak-banyaknya kepada mereka yang membutuhkan&#8221;</p>
<p>Source: <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=106441461495">Inspiring Story II (kisah-kisah pembangun jiwa) group on facebook/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/colourfulshadow.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/colourfulshadow.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/colourfulshadow.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/colourfulshadow.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/colourfulshadow.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/colourfulshadow.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/colourfulshadow.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/colourfulshadow.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/colourfulshadow.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/colourfulshadow.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/colourfulshadow.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/colourfulshadow.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/colourfulshadow.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/colourfulshadow.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=120&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/09/16/merasa-cukup-dan-merasa-kurang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/183dbf79665af2166479800c7285bdd1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">colourfulshadow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kemarahan dan kesabaran</title>
		<link>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/09/16/kemarahan-dan-kesabaran/</link>
		<comments>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/09/16/kemarahan-dan-kesabaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2010 03:08:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>colourfulshadow</dc:creator>
				<category><![CDATA[unspoken words]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://colourfulshadow.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Pegawai Hotel Yang Sabar Beberapa bulan yg lalu di meja pemesanan kamar hotel Memphis, saya melihat suatu kejadian yg bagus sekali, bagaimana seseorang menghadapi orang yg penuh emosi. Saat itu pukul 17:00 lebih sedikit, dan hotel sibuk mendaftar tamu-tamu baru. Orang di depan saya memberikan namanya kepada pegawai di belakang meja dengan nada memerintah. Pegawai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=117&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pegawai Hotel Yang Sabar</p>
<p>Beberapa bulan yg lalu di meja pemesanan kamar hotel Memphis, saya melihat suatu kejadian yg bagus sekali, bagaimana seseorang menghadapi orang yg penuh emosi.</p>
<p>Saat itu pukul 17:00 lebih sedikit, dan hotel sibuk mendaftar tamu-tamu baru. Orang di depan saya memberikan namanya kepada pegawai di belakang meja dengan nada memerintah. Pegawai tsb berkata, &#8220;Ya, Tuan, kami sediakan satu kamar &#8216;single&#8217; untuk Anda.&#8221;</p>
<p>&#8220;Single,&#8221; bentak orang itu, &#8220;Saya memesan double.&#8221;</p>
<p>Pegawai tsb berkata dg sopan, &#8220;Coba saya periksa sebentar.&#8221; Ia menarik permintaan pesanan tamu dari arsip dan berkata, &#8220;Maaf, Tuan. Telegram Anda menyebutkan single. Saya akan senang sekali menempatkan Anda di kamar double, kalau memang ada. Tetapi semua kamar double sudah penuh.&#8221;<br />
<span id="more-117"></span><br />
Tamu yg berang itu berkata, &#8220;Saya tidak peduli apa bunyi kertas itu, saya mau kamar double.&#8221;</p>
<p>Kemudian ia mulai bersikap &#8220;anda-tau-siapa-saya,&#8221; diikuti dengan &#8220;Saya akan usahakan agar Anda dipecat. Anda lihat nanti. Saya akan buat Anda dipecat.&#8221;</p>
<p>Di bawah serangan gencar, pegawai muda tsb menyela, &#8220;Tuan, kami menyesal sekali, tetapi kami bertindak berdasarkan instruksi Anda.&#8221;</p>
<p>Akhirnya, sang tamu yg benar2 marah itu berkata, &#8220;Saya tidak akan mau tinggal di kamar yg terbagus di hotel ini sekarang &#8212; manajemennya benar2 buruk,&#8221; dan ia pun keluar.</p>
<p>Saya menghampiri meja penerimaan sambil berpikir si pegawai pasti marah setelah baru saja dimarahi habis2an. Sebaliknya, ia menyambut semua dengan salam yg ramah sekali &#8220;Selamat malam, Tuan.&#8221;</p>
<p>Ketika ia mengerjakan rutin yg biasa dalam mengatur kamar untuk saya, saya berkata kepadanya, &#8220;Saya mengagumi cara Anda mengendalikan diri tadi. Anda benar2 sabar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, Tuan,&#8221; katanya, &#8220;Saya tidak dapat marah kepada orang seperti itu. Anda lihat, ia sebenarnya bukan marah kepada saya. Saya cuma korban pelampiasan kemarahannya. Orang yg malang tadi mungkin baru saja ribut dg istrinya, atau bisnisnya mungkin sedang lesu, atau barangkali ia merasa rendah diri, dan ini adalah peluang emasnya untuk melampiaskan kekesalannya.&#8221;</p>
<p>Pegawai tadi menambahkan, &#8220;Pada dasarnya ia mungkin orang yg sangat baik. Kebanyakan orang begitu.&#8221; Sambil melangkah menuju lift, saya mengulang-ulang perkataannya, &#8220;Pada dasarnya ia mungkin orang yg sangat baik. Kebanyakan orang begitu.&#8221;</p>
<p>Ingat dua kalimat itu kalau ada orang yg menyatakan perang pada Anda. Jangan membalas. Cara untuk menang dalam situasi seperti ini adalah membiarkan orang tsb melepaskan amarahnya, dan kemudian lupakan saja.</p>
<p>sumber : <a href="http://www.informatika.org/%7Erinaldi/Koleksi/Resonansi/Pegawai%20Hotel%20yang%20Sabar.htm" target="_blank">http://www.informatika.org/~rinaldi/Koleksi/Resonansi/Pegawai%20Hotel%20yang%20Sabar.htm</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/colourfulshadow.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/colourfulshadow.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/colourfulshadow.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/colourfulshadow.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/colourfulshadow.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/colourfulshadow.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/colourfulshadow.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/colourfulshadow.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/colourfulshadow.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/colourfulshadow.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/colourfulshadow.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/colourfulshadow.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/colourfulshadow.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/colourfulshadow.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=117&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/09/16/kemarahan-dan-kesabaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/183dbf79665af2166479800c7285bdd1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">colourfulshadow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ikhtiar burung</title>
		<link>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/08/27/ikhtiar-burung/</link>
		<comments>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/08/27/ikhtiar-burung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 07:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>colourfulshadow</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://colourfulshadow.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Kerja Keras Burung Tahukah Anda cara burung-burung mencari rizki dari Alloh SWT ??. Sebuah penelitian terhadap aktivitas kehidupan burung-burung: Burung Murai, bangun pukul 02.30 pagi kemudian mencari makanan hingga pukul 21.30 (total 19 jam), bolak-balik ke sarang sekitar 200 kali sehari memberi makan kepada anak-anaknya. Burung Tikus, bangun pukul 03.00 pagi dan bekerja hingga pukul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=110&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kerja Keras Burung</p>
<p>Tahukah Anda cara burung-burung mencari rizki dari Alloh SWT ??.</p>
<p>Sebuah penelitian terhadap aktivitas kehidupan burung-burung:</p>
<p>Burung Murai,<br />
bangun pukul 02.30 pagi kemudian mencari makanan hingga pukul 21.30 (total 19 jam), bolak-balik ke sarang sekitar 200 kali sehari memberi makan kepada anak-anaknya.<br />
<span id="more-110"></span><br />
Burung Tikus,<br />
bangun pukul 03.00 pagi dan bekerja hingga pukul 21.00 (18 jam). Mereka bisa mengumpulkan 400 ekor ulat sehari.</p>
<p>Burung Hitam,<br />
bangun pukul 04.00 pagi dan bekerja hingga pukul 21.00 (17 jam).<br />
Bolak-balik ke sarang 100 kali sehari untuk memberi makan anak-anaknya.</p>
<p>edited from : suhardi</p>
<p>oOo</p>
<p>( Apakah kita tidak malu dengan makhluk Alloh yang tidak berakal ini ? )</p>
<p>Jika kita hidup bermalas-malas, maka kita lebih hina dari seekor burung&#8230;</p>
<p>Jika kita bekerja keras siang dan malam tapi lalai sholat dan beribadah kepada Alloh, sesungguhnya perilaku kita tidak lebih mulia burung itu..</p>
<p>oOo</p>
<p>“Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim)</p>
<p>oOo</p>
<p>Source: <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=106441461495">Inspiring Story II (kisah-kisah pembangun jiwa) group on facebook/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/colourfulshadow.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/colourfulshadow.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/colourfulshadow.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/colourfulshadow.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/colourfulshadow.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/colourfulshadow.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/colourfulshadow.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/colourfulshadow.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/colourfulshadow.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/colourfulshadow.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/colourfulshadow.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/colourfulshadow.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/colourfulshadow.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/colourfulshadow.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=110&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/08/27/ikhtiar-burung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/183dbf79665af2166479800c7285bdd1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">colourfulshadow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seluas Danau</title>
		<link>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/08/27/seluas-danau/</link>
		<comments>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/08/27/seluas-danau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 04:12:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>colourfulshadow</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://colourfulshadow.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[dari member : Zainul Alim, semoga bermanfaat. seorang guru mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung. “kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? ” sang guru bertanya. “guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=107&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dari member : Zainul Alim, semoga bermanfaat.</p>
<p>seorang guru mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.</p>
<p>“kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? ” sang guru bertanya.</p>
<p>“guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, ” jawab sang murid muda.</p>
<p>Sang guru terkekeh. “nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.<br />
<span id="more-107"></span><br />
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”</p>
<p>si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.</p>
<p>“coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata sang guru. “setelah itu coba kau minum airnya sedikit.”</p>
<p>si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.</p>
<p>“bagaimana rasanya?” tanya sang guru.</p>
<p>“asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.</p>
<p>Sang guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.</p>
<p>“sekarang kau ikut aku.” sang guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. “ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.”</p>
<p>si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan gurunya, begitu pikirnya.</p>
<p>“sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata sang guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.</p>
<p>Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, sang guru bertanya kepadanya, “bagaimana rasanya?”</p>
<p>“segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.</p>
<p>Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.</p>
<p>“terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”</p>
<p>“tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.</p>
<p>“nak,” kata sang guru setelah muridnya selesai minum. “segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.</p>
<p>Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”</p>
<p>si murid terdiam, mendengarkan.</p>
<p>“tapi nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya ‘qalbu’(hati) yang menampungnya. Jadi nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi seluas danau.”</p>
<p>Source: <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=106441461495">Inspiring Story II (kisah-kisah pembangun jiwa) group on facebook/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/colourfulshadow.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/colourfulshadow.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/colourfulshadow.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/colourfulshadow.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/colourfulshadow.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/colourfulshadow.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/colourfulshadow.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/colourfulshadow.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/colourfulshadow.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/colourfulshadow.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/colourfulshadow.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/colourfulshadow.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/colourfulshadow.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/colourfulshadow.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=107&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/08/27/seluas-danau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/183dbf79665af2166479800c7285bdd1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">colourfulshadow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>di balik sepiring banana split</title>
		<link>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/08/27/di-balik-sepiring-banana-split/</link>
		<comments>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/08/27/di-balik-sepiring-banana-split/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 04:10:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>colourfulshadow</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://colourfulshadow.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Di Balik Sepiring Banana Split Satu sore di sebuah mal, seorang anak berusia sekitar 8 tahun berlari kecil. Dengan baju agak ketinggalan mode, sandal jepit berlumur tanah, berbinar-binar senyumnya saat dia masuk ke sebuah counter es krim ternama. Karena tubuhnya tidak terlalu tinggi, dia harus berjinjit di depan lemari kaca penyimpan es krim. Penampilannya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=104&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Balik Sepiring Banana Split</p>
<p>Satu sore di sebuah mal, seorang anak berusia sekitar 8 tahun berlari kecil. Dengan baju agak ketinggalan mode, sandal jepit berlumur tanah, berbinar-binar senyumnya saat dia masuk ke sebuah counter es krim ternama.</p>
<p>Karena tubuhnya tidak terlalu tinggi, dia harus berjinjit di depan lemari kaca penyimpan es krim. Penampilannya yang agak lusuh jelas kontras dibanding lingkungan mal yg megah, mewah, indah dan harum.</p>
<p>“Mbak, Sunday cream berapa?” si bocah bertanya, sambil tetap berjinjit agar pramusaji dapat melihat sedikit kepalanya,<br />
yang rambutnya sudah lepek basah karena keringatnya berlari tadi. “Sepuluh ribu!” yang ditanya menjawab.</p>
<p>Si bocah turun dari jinjitannya, lantas merogoh kantong celananya, menghitung recehan dan beberapa lembar ribuan lusuh miliknya.<br />
<span id="more-104"></span><br />
Kemudian sigap cepat si bocah menjinjit lagi. “Mbak, kalo Plain cream yang itu berapa?”</p>
<p>Pramusaji mulai agak ketus, maklum di belakang pelanggan yang ingusan ini, masih banyak pelanggan “berduit” lain yang mengantri. “Sama aja, sepuluh ribu!” jawabnya.</p>
<p>Si bocah mulai menatap tangannya di atas kantong, seolah menebak berapa recehan dan ribuan yang tadi dimilikinya.<br />
“Kalau banana split berapa, Mbak?”</p>
<p>“Delapan ribu!” ujar pramusaji itu sedikit menghardik tanpa senyum.</p>
<p>Berkembang kembali senyum si bocah, kali ini dengan binar mata bulatnya yang terlihat senang, “ya, itu aja Mbak, tolong 1 piring”. Kemudian si bocah menghitung kembali uangnya dan memberikan kepada pramusaji yang sepertinya sudah tak sabar itu.</p>
<p>Tidak lama kemudian sepiring banana split diberikan pada si bocah itu, dan pramusaji tidak lagi memikirkannya. Antrian pelanggan yang tampak lebih rapi dan berdandan trendi banyak sekali mengantri.</p>
<p>Detik berlalu menit, dan menit berlalu. Si bocah tak terlihat lagi dimejanya, Cuma bekas piringnya saja. Pramusaji tadi bergegas membersihkan sisa pelanggan lain. Termasuk piring bekas banana split bekas bocah tadi.</p>
<p>Bibirnya sedikit terbuka, matanya sedikit terbebalak. Ketika diangkatnya piring banana split bocah tadi, di baliknya<br />
Ditemukan 2 recehan 500 rupiah dibungkus selembar seribuan. Apakah ini? Tips? Terbungkus rapi sekali&#8230; rapi !</p>
<p>Terduduk si pramusaji tadi, di kursi bekas si bocah menghabiskan Banana splitnya. Ia tersadar, sebenarnya sang bocah tadi bisa saja Menikmati Splain Cream atau Sunday chocolate, tapi bocah itu mengorbankan keinginan pribadinya dengan maksud supaya bisa memberi tips kepada dirinya. Sisa penyesalan tersumbat di kerongkongannya. Disapu seluruh<br />
lantai dasar mall itu dengan matanya, tapi bocah itu tak tampak lagi.<br />
Sumber : SM 18 Juni 2009 | 16:30 wib</p>
<p>Source: <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=106441461495">Inspiring Story II (kisah-kisah pembangun jiwa) group on facebook/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/colourfulshadow.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/colourfulshadow.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/colourfulshadow.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/colourfulshadow.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/colourfulshadow.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/colourfulshadow.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/colourfulshadow.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/colourfulshadow.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/colourfulshadow.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/colourfulshadow.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/colourfulshadow.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/colourfulshadow.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/colourfulshadow.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/colourfulshadow.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=104&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/08/27/di-balik-sepiring-banana-split/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/183dbf79665af2166479800c7285bdd1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">colourfulshadow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kita bukan kucing garong</title>
		<link>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/08/27/kita-bukan-kucing-garong/</link>
		<comments>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/08/27/kita-bukan-kucing-garong/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 04:06:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>colourfulshadow</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://colourfulshadow.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah seorang raja yang sudah lanjut usia, tengah mencari calon pewaris tahtanya. Beliau berputera kembar, keduanya laki-laki. Sama gagah, sama kesatria dan sama bijaksana. Keduanya pantas jadi raja, tetapi sayang kursi tahta hanya diperuntukkan untuk satu calon. Akhirnya sayembara pun digelar. Raja memberikan keduanya teka-teki. Dia yang sanggup menjawab dan membuktikan jawabnyalah yang akan duduk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=100&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah seorang raja yang sudah lanjut usia, tengah mencari calon pewaris<br />
tahtanya. Beliau berputera kembar, keduanya laki-laki. Sama gagah, sama<br />
kesatria dan sama bijaksana. Keduanya pantas jadi raja, tetapi sayang kursi<br />
tahta hanya diperuntukkan untuk satu calon. Akhirnya sayembara pun digelar.</p>
<p>Raja memberikan keduanya teka-teki. Dia yang sanggup menjawab dan<br />
membuktikan jawabnyalah yang akan duduk sebagai raja. Demikian bunyi<br />
teka-teki tersebut : Apakah seorang kesatria sejati dilahirkan ataukah<br />
dibentuk ?</p>
<p>Putera kedua lebih dulu menjawab. Ia berpendapat bahwa kesatria sejati dilahirkan bukan dibentuk.Ternyata putera pertama berpendapat lain, ia yakin bahwa kesatria sejati itu dapat dibentuk.</p>
<p>Sang Ayahanda tersenyum bijak. &#8220;Anakku, kata beliau,&#8221;Aku memberikan kalian kesempatan selama 40 hari untuk membuktikan jawaban kalian. Tepat satu hari menjelang bulan purnama, kalian harus berkumpul di alun-alun istana dan membawa bukti-bukti yang memadai sesuai pendapat kalian.&#8221;<br />
<span id="more-100"></span><br />
oOo<br />
Putera pertama segera bergegas pergi ke sebuah desa. Ia mengumpulkan 10 ekor kucing kampung dan tanpa buang-buang waktu segera melatih kucing-kucing itu.</p>
<p>Mereka diajari berbagai hal yang mustahil dikerjakan oleh seekor kucing<br />
sebelumnya, yaitu berdiri diatas kedua kaki, menari, bersolek, berenang,<br />
bahkan bermain kecapi. Siang dan malam dilalui tanpa kenal lelah melatih<br />
kucing-kucingnya.</p>
<p>Akhirnya dari sepuluh ekor itu terpilihlah satu ekor yang terbaik. Binatang itu kini telah menjelma menjadi mahluk yang luar biasa.Padahal sebelum cuma seekor kucing garong yang sering berkeliaran dijalan! Betapa tidak, kucing itu sekarang sudah bertingkah seperti layaknya manusia biasa. Tak ayal, kucing miliknya kini jadi pusat perhatian seluruh negeri.</p>
<p>Semua bibir bergunjing tentang kehebatan kucing, putera pertama. Kabar<br />
itupun akhirnya terbawa angin dan sampai ketelinga raja dan putera kedua.<br />
Walau belum dapat mengumpulkan bukti apapun, sang putera kedua, tetap<br />
tinggal tenang di istana.</p>
<p>Hari yang ditunggu-tunggu tibalah sudah. Alun-alun sedari pagi tadi sudah<br />
penuh sesak dijejali ribuan rakyat. Mereka semua seakan tak sabar ingin<br />
menyaksikan akhir sayembara itu.</p>
<p>Sang Raja muncul kemuka memberi kesempatan putera pertama untuk tampil. &#8220;Wahai baginda,&#8221;, seru putera pertama, &#8220;Ayahanda tercinta. Seperti yang sudah ananda utarakan 40 hari yang lalu, bahwa seorang kesatria itu dapat dibentuk dan tidak dilahirkan. Kini anandamembawa buktinya.&#8221;</p>
<p>Maka mulailah kucing miliknya beraksi. Tepuk tangan, dan sorak sorai, riuh rendah memenuhi udara. Sejenak putera pertama memberi aba-aba, dan si kucing pun menghentikan akrobatnya. &#8220;Wahai baginda dan rakyat kerajaan ini seluruhnya. Apa yang kalian saksikan belumlah seberapa, sekarang kucing milik ku akan berkata-kata seperti layaknya seorang manusia&#8221;.</p>
<p>Semua orang di alun-alun itu terdiam menahan napas. Mereka tampak<br />
saling berpandangan satu sama lain. Apa ? Berkata-kata ? Mustahil. Sang<br />
putera pertama pun berdiri sambil mengangkat tangannya sementara kucing ituterlihat bersia sedia, berdiri dengan kedua kaki belakang sembari<br />
membusungkan dada. &#8220;Ehm..ehm..ehm…&#8221;,beberapa dehm kecil terdengar dari mulut binatang berkumis jarang itu membuat ribuan pasang mata terbelalak dengan mulut ternganga.</p>
<p>&#8220;Tunggu !&#8221; Tiba-tiba putera kedua berdiri mengalihkan perhatian. Ia tampil kedepan sambil mengacungkan bungkusan plastik yang telah dipegangnya sedari tadi. Seluruh hadirin, tak terkecuali si kucing punmenoleh kearah putera kedua.</p>
<p>&#8220;Aku punya sesuatu untuk mu !&#8221;, teriak putera kedua. Tangan kanannya tampak membuka bungkusan itu dan sekonyong-konyong sepuluh ekor tikus berlompatan keluar. Melihat santapan lezat didepan mata, karuan saja si kucing menyeringai ganas. Tanpa ba-bi-bu, ia segera melompat kalap, memburu tikus-tikus itu.</p>
<p>Mereka terlibat kejar-kejaran seru disela-sela kaki para penonton. Segera saja suasana berubah jadi kacau balau. Seorang pedagang makanan menjadi korban. Seekor tikus lari kearah dagangannya, diikuti si kucing. Seolah tak peduli mereka mengacak-ngacak makanan yang ada, kemudian melompat berlari kearah lain.</p>
<p>Keadaan semakin bertambah gaduh ditambah teriakan geli bercampur ngeri para wanita yang panik berlarian kesana-kemari. Putera pertama tampak tak bisa berbuat apa-apa. Ia lebih sering menggaruk-garuk rambut dikepala dan sesekali menutup wajah dengan kedua tangannya. Sementara Raja, putera kedua dan para punggawa kerajaan tampak terpingkal-pingkal menyaksikan semuanya. Akrobat yang tadinya spektakuler, sekonyong-konyong berubah jadi tontonan konyol.Rusuh namun menggelikan. Mirip pasar malam yang kedatangan perampok tepat ada saat lampu padam.</p>
<p>Kejar-kejaran itu berakhirnya disebuah tumpukan sampah dekat sebuah selokan. Dengan baju compang-camping dan bulu-bulu dan wajah hitan belepotan lumpur Si kucing akhirnya keluar dengan membawa tikusdiantara gigi-giginya. Tanpa peduli dengan ribuan pasang mata yang memelotinya, si kucing pun berlalu. Seolah ingin menyantap makananya tanpadiganggu siapapun juga.</p>
<p>&#8220;Wahai baginda, ayahanda tercinta dan rakyat seluruh negeri&#8221;, tiba-tiba<br />
terdengar teriakan lantang dari putera kedua &#8220;Ananda rasa apa yang ananda sampaikan pada baginda 40 hari yang lalu adalah benar. Sekarang kita sama-sama menyaksikan bahwa kesatria sejati itu tidak sekedar dibuat tetapiharus dilahirkan ! Ya seorang kesatria sejati itu pertama-tama harus<br />
dilahirkan terlebih dahulu.&#8221;</p>
<p>inspired by : MTA<br />
postd by : Abu Azka<br />
oOo</p>
<p>Saudaraku, sebentar lagi bulan Ramadhan berakhir. Marilah bertekad bulat untuk terlahir kembali , menjadi manusia baru yang yang bertaqwa.</p>
<p>Ya ! Bukan sekedar menjadi seekor kucing garong yang terlatih dengan baik. tapi setelah Ramadhan berlalu , karakter dan sifat burukkita kembali lagi.. !</p>
<p>Semoga Kita berjumpa di alun-alun istana Raja Diraja , Alloh Azza wa Jalla ! Di pintu Ar-Rayyan , syurga yang diberikan Alloh kepada hamba-hambanya yang ikhlas menjaga shoum&#8230; Amiin ya mujibas sailin</p>
<p>SELAMAT MENJALANKAN IBADAH SHOUM RAMADHAN</p>
<p>oOo</p>
<p>Source: <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=106441461495">Inspiring Story II (kisah-kisah pembangun jiwa) group on facebook/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/colourfulshadow.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/colourfulshadow.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/colourfulshadow.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/colourfulshadow.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/colourfulshadow.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/colourfulshadow.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/colourfulshadow.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/colourfulshadow.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/colourfulshadow.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/colourfulshadow.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/colourfulshadow.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/colourfulshadow.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/colourfulshadow.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/colourfulshadow.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=100&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/08/27/kita-bukan-kucing-garong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/183dbf79665af2166479800c7285bdd1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">colourfulshadow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>semua yang hadir juga saya denda!</title>
		<link>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/08/27/semua-yang-hadir-juga-saya-denda/</link>
		<comments>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/08/27/semua-yang-hadir-juga-saya-denda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 03:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>colourfulshadow</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://colourfulshadow.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Ketika AS mengalami depresi ekonomi pada pertengahan tahun 1930. ada sebuah kisah unik yang mengingatkan kita pada kisah Umar bin Khotthob yang mengadili pencuri yang miskin. Berikut ceitanya : Saat itu hari amat dingin. Di seluruh penjuru kota , orang-orang miskin nyaris kelaparan. Di suatu ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk menyimak tuntutan terhadap seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=92&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika AS mengalami depresi ekonomi pada pertengahan tahun 1930. ada sebuah kisah unik yang mengingatkan kita pada kisah Umar bin Khotthob yang mengadili pencuri yang miskin. Berikut ceitanya :</p>
<p>Saat itu hari amat dingin. Di seluruh penjuru kota , orang-orang miskin nyaris kelaparan.</p>
<p>Di suatu ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk menyimak tuntutan terhadap seorang wanita tua yang dituduh mencuri septong roti.</p>
<p>Wanita tua itu sudah meminta maaf, dan mengatakan bahwa anak perempuannya sakit, cucunya kelaparan, dan karena suaminya telah meninggalkan dirinya. Tetap saja penjaga toko yang rotinya dicuri menolak untuk membatalkan tuntutan. Ia memaksa bahwa wanita itu harus dihukum untuk menjadi contoh bagi yang lainnya.<br />
<span id="more-92"></span><!--more--><br />
Hakim itu menghela nafasnya. Sebenarnya ia enggan menghakimi wanita ini. Tetapi ia tidak punya pilihan lain. &#8220;Maafkan saya,&#8221; katanya sambil memandang wanita itu. &#8220;Saya tidak bisa membuat pengecualian. Hukum adalah hukum, jadi Anda harus dihukum. Saya mendenda kamu sepuluh dolar, dan jika kamu tidak mampu membayarnya maka kamu harus masuk penjara sepuluh hari.&#8221;</p>
<p>Wanita itu tertunduk, hatinya remuk. matanya berkaca-kaca.</p>
<p>Tanpa disadarinya, sang hakim mencopot topinya, mengambil uang sepuluh dolar dari dompetnya, dan meletakkan uang itu dalam topinya. Ia berkata kepada hadirin:</p>
<p>&#8220;Saya juga mendenda masing-masing orang yang hadir di ruang sidang ini<br />
sebesar lima puluh sen karena tinggal dan hidup di kota ini , yang membiarkan<br />
seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk menyelamatkan cucunya dari kelaparan&#8230;</p>
<p>&#8230;Tuan Bailiff, tolong kumpulkan dendanya dalam topi ini lalu<br />
berikan kepada terdakwa.&#8221;</p>
<p>Akhir cerita, wanita itu meninggalkan ruang sidang sambil mengantongi<br />
empat puluh tujuh dolar dan lima puluh sen, termasuk di dalamnya lima puluh sen yang dibayarkan oleh penjaga toko yang malu karena telah menuntutnya.</p>
<p>Tepuk tangan meriah dari kumpulan penjahat kecil, polisi New York , dan<br />
staf pengadilan yang berada dalam ruangan sidang mengiringi kepergian sang wanita tua.</p>
<p>sumber : NN<br />
poted by : Abu Azka</p>
<p>oOo</p>
<p>&#8220;Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Mereka Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.&#8221; (QS Al Maa’uun :107, 1-3)</p>
<p>Source: <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=106441461495">Inspiring Story II (kisah-kisah pembangun jiwa) group on facebook/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/colourfulshadow.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/colourfulshadow.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/colourfulshadow.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/colourfulshadow.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/colourfulshadow.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/colourfulshadow.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/colourfulshadow.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/colourfulshadow.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/colourfulshadow.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/colourfulshadow.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/colourfulshadow.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/colourfulshadow.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/colourfulshadow.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/colourfulshadow.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=92&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://colourfulshadow.wordpress.com/2010/08/27/semua-yang-hadir-juga-saya-denda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/183dbf79665af2166479800c7285bdd1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">colourfulshadow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Merasa Paling Sholih</title>
		<link>http://colourfulshadow.wordpress.com/2009/11/20/jangan-merasa-paling-sholih/</link>
		<comments>http://colourfulshadow.wordpress.com/2009/11/20/jangan-merasa-paling-sholih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 09:49:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>colourfulshadow</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://colourfulshadow.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Dua orang laki-laki bersaudara . Mereka suah yatim piatu sejak remaja.Keduanya bekerja pada sebuah pabrik kecap . Mereka hidup rukun , dan sama-sama tekun belajar agama. Mereka berusaha mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. Untuk datang ke tempat pengajian, Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah Sang Ustadz. Jaraknya sekitar 10km [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=84&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua orang laki-laki bersaudara . Mereka suah yatim piatu sejak remaja.Keduanya bekerja pada sebuah pabrik kecap .</p>
<p>Mereka hidup rukun , dan sama-sama tekun belajar agama. Mereka berusaha mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin.</p>
<p>Untuk datang ke tempat pengajian, Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah Sang Ustadz. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka.</p>
<p>Suatu ketika sang kakak berdo&#8217;a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, dia jabatannya naim dia menjadi kepercayaan sang direktur.Dan tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki.Dia mendapatkan bonus karena omzet perusahaannya naik.<span id="more-84"></span></p>
<p>Lalu sang kakak berdo&#8217;a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya.</p>
<p>Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo&#8217;a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do&#8217;anya itu.</p>
<p>Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka.</p>
<p>Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo&#8217;a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo&#8217;a.</p>
<p>Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo&#8217;a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, &#8221; Dik, sesungguh ketidak mampuan kita menghapal quran, hadits dan bacaan doa. bisa jadi karena hati kita kurang bersih.. &#8220;</p>
<p>Sang adik Mengangguk, hatinya terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.</p>
<p>&#8212;-</p>
<p>Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do&#8217;anya tak pernah terkabul.</p>
<p>Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do&#8217;a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do&#8217;a untuk guru mereka, do&#8217;a selamat dan ada kalimah di akhir do&#8217;anya:</p>
<p>&#8220;Ya, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu,<br />
Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do&#8217;a kakak ku,<br />
Jadikan Kakakku selalu dalam lindungan dan cinta-Mu,<br />
Bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku<br />
didunia dan akhirat.,&#8221;</p>
<p>Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya.Dia telah salah menilai adiknya. Tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo&#8217;a untuk memenuhi nafsu duniawinya.</p>
<p>edited from : Aidil Heryana</p>
<p>oOo</p>
<p>Kekayaan, kemiskinan, kebaikan, keburukan dan setiap musibah yang menimpa manusia merupakan ujian dari Allah swt. yang diberikan kepada hambanya. Itu bukan ukuran kemuliaan atau kehinaan seseorang. Janganlah bangga karena kekayaan dan jangalah putus asa karena kemiskinan..</p>
<p>”Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.”(QS, al-Hujurat [49]: 13)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Source: <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=106441461495/">http://www.facebook.com/group.php?gid=106441461495/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/colourfulshadow.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/colourfulshadow.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/colourfulshadow.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/colourfulshadow.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/colourfulshadow.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/colourfulshadow.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/colourfulshadow.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/colourfulshadow.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/colourfulshadow.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/colourfulshadow.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/colourfulshadow.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/colourfulshadow.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/colourfulshadow.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/colourfulshadow.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=colourfulshadow.wordpress.com&amp;blog=8250978&amp;post=84&amp;subd=colourfulshadow&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://colourfulshadow.wordpress.com/2009/11/20/jangan-merasa-paling-sholih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/183dbf79665af2166479800c7285bdd1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">colourfulshadow</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
